Mamon

Dalam  kamus Alkitab Mamon adalah harta benda dan kekayaan yang dibayangkan sebagai oknum (yang jahat),  dan hanya ditemui  dalam kitab Matius 6:24; Lukas 16:9,11,13, dan merupakan transliterasi dari kata Aram mamona.  (Butter,  Trent. C, 1991, 914)

Artinya yang biasa ialah kekayaan atau keuntungan.  Tapi Kristus melihat di dalam kata ini keinginan yang tamak, yang menuntut seluruh hati manusia, dan dengan demikian mengasingkan orang itu dari Allah.  Jika seseorang memiliki sesuatu, sebenarnya sesuatu itu memiliki dia juga (Matius 6:19).  Mamon yang tidak jujur (Lukas 16:9) berarti keuntungan dengan jalan tidak jujur atau keuntungan yang dicari dengan motif-motif egois (Bandingkan Likas 12:15).  Mungkin artinya, bahwa uang  seperti, jika digunakan demi orang lain, bisa berubah menjadi kekayaan yang sejati dalam dunia yang akan datang (Lukas 16:12). (Yayasan Komuniksi Bina Kasih,   1999, 515)

Mamon ialah istilah yang kadang-kadang dipakai Tuhan Yesus untuk kekayaan.  Tuhan Yesus bukan satu-satunya guru di Israel yang menggunakan kata ini.  Rupanya setiap kali kata ini dipakai adalah menunjuk pada aspek yang tidak patut dari kekayan – bukan ketidakpatutan dari kekayaan itu sendiri, tetapi ketidakpatutan dari sikap banyak orang terhadap kekayaan.  Bentuk dan arti akar kata ini tidaklah pasti, sebagian yang lain menganggap bahwa pada mulanya kata ini berarti ‘menimbun’ atau ’menumpuk’ .

Dalam perkataan ini pengabdian kepada mamon dikemukakan sebagai alternarif terhadap pengabdian kepada mamon dan pengabdian kepada Allah saling bertentangan.  Dengan kata lain, hamba mamon ialah seorang penyembah berhala: mamon, kekayaan, dan yang telah menjadi berhalanya, tujuan dari penyembahannya.  Anak-anak dalam Kerajaan Allah dalam pengajaran Tuhan Yesus ditandai oleh percayanya yang spontan dan terus-menerus kepada Allah, percayanya itu akan melemah kalau mereka mempunyai sesuatu yang lain untuk dipercayai, (F.F. Bruce, 207-208).

Seorang serakah, kata Rasul Paulus, adalah seorang penyembah berhala (Efesus 5:5) dan dengan berkata demikian Rasul Paulus mengemukakan pemikiran yang sama seperti Tuhan Yesus waktu Ia berbicara tentang mamon.  Satu ucapan Tuhan Yesus dalam Lukas 16:9 adalah: “…ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur, supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”  Uang disebut mamon yang tidak jujur karena terlalu sering uang didapat dengan cara tidak jujur dan  digunakan untuk hal-hal yang tidak jujur.  Secara etis uang itu pada dirinya tidak apa-apa, yang patut dicela ialah sikap orang terhadap uang dan cara penggunaannya.  Perumpamaan ini diikuti oleh kumpulan perkataan yang terpisah.  Beberapa di antaranya berbicara mengenai harta.  Kamudian ada kisah lain yaitu kisah orang kaya dan Lazarus.  Dalam kisah ini kita menjumpai seseorang yang memiliki “mamon yang tidak jujur” dalam jumlah yang amat banyak.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s